Sabtu, 11 Februari 2017

Tumpahan Tinta Teruntuk Adinda

Gambar terkaitBulan menggantung angkuh di atas sana. Bundarnya yang besar lagi sempurna, cukup menerangi malam ini. Aku disini masih bersama kertas juga pena. Menuliskan isyarat hati untuk adinda.

Apalah arti setitik tinta adinda, yang tertumpah merusak kesucian kertas putih. namun tahukah adinda, setitik tinta itu kian menyebar merangkai kata-kata pujianku padamu. Hanya itu, tanpa maksud lain. Kecil kemungkinan kau akan membaca, tulisanku, namun kuharap semoga alam menyampaikannya padamu.

Tahukah adinda, apa yang lebih indah dari seringai fajar? Itu adalah kamu. Adinda yang berdiri dengan segala pesona, yang membuat pemuda ini lunglai tak sanggup untuk tak terpikat.

Tahukah adinda, apa yang lebih sulit dibandin menatap merahnya senja dari balik kabut? Itu adalah menahan rindu padamu. Mengekang kerinduan pada adinda yang tinggal di seberang tatapan. Tanpa sekalipun menyampai balas kerinduan pada pemuda sarau nan dipenuhi nestapa. Siapa tahan berada di posisi layaknya aku. Menantimu yang kelihatan nyata, merindumu menjadikanku payah.

Tahukah adinda, apa yang lebih dinanti dari hadirnya siluet maghrib? Itu adalah menanti, lagi-lagi kepadamu. Menanti adinda untuk sadar, bahwa dirikulah pilihan terbaikmu. Akulah si pemuda yang kau nanti menjadi imam-mu adinda. Menanti kamu untuk berbalik melihat kepadaku. Seharusnya tiada bimbang bagimu untuk memilih, karena kamu selalu tahu jika aku menaruh hati padamu sejak dahulu. 

Tahukah adinda, mungkin saja aku tak setangguh Abdurrahman bin Abu Bakar yang mampu mengekang cintanya pada istrinya. Mungkin saja ku tak segagah Ali bin Abi Thalib melamar Fatimah. Aku hanya bisa menyampaikan rasaku dalam tulisan ini. Aku begitu pengecut, tulisan-tulisan ku yang kuharapkan mampu menyampaikannya.

Demikianlah untaian pujiku padamu, kuucapkan salam kasihku pada adinda. Semoga rahmat dan berkah Allah selalu ada padamu. Bulan masih menggantung di kelam malam. Pada cahayanya yang kian, muram ku sangkutkan tulisanku ini. Lonceng angin tak mampu menahan diri tuk tidak berbunyi. Waktu telah memanggilku. Salam Untukmu.

Minggu, 25 Desember 2016

Asma Nya Dalam Senja

Segenggam asa meliput diri
Membuat hati terpaku mati
Ribuan nada sendu menyumbat telinga
Detik berlalu tiada terkira

Hati terpaut padanya
Asa ku yang tiada terlupa
Tapi kemana ku melangkah
Hilang jejak makin kurasa

Tumpukan haru, sedih dan benci mengadu
Tampil bebas, seakan tiada yang tau
Lalu kemana kebahagiaan
Ada di benak adinda yang takkan terlupa

Senja menyentuh di balik kelabu
Bundaran kuning hilang timbul
Menjadikan hati yang tidak beratur
Tambah runyam mengabur

Tapi sentuhan Tuhan hampir terlewat
Bisa saja ku melupakan satu itu
Benar, kuasa membolak-balik kan hati
Memperbaiki hati, menyunting iman

Ikhtiar yang kujalani
Bagai bumi yang tak henti berotasi
Memberi kemilau di tiap hari
Tanpa pernah berpikir untuk berhenti

Akhirnya ku disini
Menikmati senja hari
Bersama lantunan ayat suci
Melupa dunia, mengingat cinta abadi

Minggu, 13 November 2016

Cahaya Mimpi

Cahaya Mimpi @fozzy_02

Segaris jalan tengah kulalui
Ditemani setitik cahaya,
di hamparan malam
Sekelebat debu bergeliat diterbangkan angin
Mengaburkan pandanganku,
yang tengah menatap sunyi
Terlihat segaris terang menanti di ujung jalan
Layaknya sabit yang berkemilauan
Langkahku tergerak cepat
Laksana kuda di pacu sang tuan
Nafasku selangkah terlambat
Hatiku riang tak tertahankan
Membelah jalan, menembus jarak
Mengaburkan sisi lain pandangan
Terus memacu adrenalin,
menghabiskan batasan
Tetapi goresan cahaya itu tetap dalam diam
Ditempat yang sama sebelum ku berpindah
Tak sejengkal pun, apalagi sedepa tergerak
Cahaya yang kusadari layaknya senyum itu terpaku
Disaat tatapku mengunci
Melangkah lagi kucoba,
derap ku memburu
Namun, kini senyum itu memudar
Dan setitik sinar yang sedari tadi menemaniku,
kini lenyap tak menyisa bendar segaris pun
Aku sepi, bersama hamparan putih meneduhkan,
yang mulai menggumpal halus di lautan langit
Setitik embun menjalar di hastaku
Dan aku pun tersadar,
sejenak malam sudah berganti fajar
Dan ain ku pun terbuka lebar.
Cahaya Mimpi
@penulisilau

Kamis, 10 November 2016

Pesan Para Syuhada

@fozzy_02

Langit mendung tak tampak kelam bagiku
Noda lumpur tak rasa berbekas bagiku
Ketika menatap merah putih,
Tertancap agung diatas kepala
Menaruh bangga pada hati yang dijajah
Kubangan darah setimpal cita
Ketika bangsa terbebas dari para penjarah 
Jutaan tangis tertepis sudah
Saat rakyat telah merdeka
Dan senyumku, pertanda bahagia

Sepucuk pesan kutinggal diatas pusara
Untuk generasi pengawal merdeka
Ingatlah Indonesia sebagai titipan berharga
Penerang dirimu laksana lentera
Juga jaga asa berbangsa demi kami
Para pejuang negara
Yang berharap laksana syuhada

Untukmu, generasi penerus cita pahlawan.
Kenang kami dalam doa, jadikan kami pemacu kerja.
@penulisilau

Selasa, 01 November 2016

Dimatikan Cinta Sejati

Hasil gambar untuk siluet cinta sejati
Sayyeeda Ayeesha Wordpress
Tiada hilang sedikitpun memori tentangmu
Kisah kita dalam gelangan kasih
Juga tak pernah hilang, rasa sayang di hati
Dulu,
Kau bagai nyamannya mentari pagi
Yang berikan hangat,
setelah sejuk malam
Kau juga bagai senja hari
Rupa indah lukisan alam,
pengantar pertunjukan bintang
Kini, mentari itu pergi sudah
Tergantikan kabut pekat
Yang tiada menyisa cahaya
Untuk makhluk kelam,
yang ditinggal kekasih hatinya
Serasa pecahan beling beterbangan
Menggores hati, membentuk luka dalam
Tapi, hatiku tak pernah sepi
Serasa ku tak pernah sendiri
Seakan kau tak pernah pergi
Seperti hati yang masih tertaut padamu
Tapi hati ini bukan milik siapapun, kecuali kamu
Jiwamu tak pernah tinggalkan daku
Bayangmu tak pernah lepas dari benakku
Pandanganmu saja, masih lekat dalam kenangku
Walau ku sadari, itu bayangmu saja
Meski ku tau, kau bukan milikku
Atau bahkan tak pernah memilikimu
Tapi kau tetap bagian dari jiwaku
Aku tak pernah paham perasaan yang kumiliki
Aku memang tak ahli dalam hal ini
Perasaan yang kudalami,
Kubiarkan berjalan begitu saja
Tanpa definisi, tanpa penjelasan kata
Aku yang pernah memilikimu
Yang juga kau tinggalkan goresan dihati
Setelah semua rasa perih 
Hanya satu kata yang kupahami
Yang membuatku seperti ini,
Cinta Sejati

@penulisilau

Sabtu, 15 Oktober 2016

Sang Pemilik Kuasa Cinta

Sang Pemilik Kuasa Cinta

Untukmu pribadi masa lalu
Aku tau kau bukan lagi milikku
Ku tau juga kau sudah bersama yang lain
Tapi izinkan aku mengadu dalam ingin

Padamu masa laluku
Aku disini sepi menghirup debu
Meratap sendu kenangan berdua
Yang kita ciptakan atas nama cinta

Teruntuk diri rang kulepaskan
Ada rasa sesal di akhir perpisahan
Ku akui itu dalam kerinduan ku
Pada jalinan kasih antara aku dan kamu

Milikmu senyum termanis
Masih terukir rapi tak tertepis
Hatiku masih dimilikimu
Namun aku tak bisa lepas akan salahku

Betapa bodohnya diri
Melepas hati milik kekasih
Membohongi diri juga kalbu
Aku tertipu dengan amarahku

Kepadamu penguasa relung hati
Aku bersumpah atas pemilik jagat raya
Ku melepas pohon kenangan mu setengah mati
Hingga ku sadar, kau tertanam di dasar jiwa

Padamu yang punya kuasa kenangan
Aku bersimpuh tak berdaya
Usaha melepasmu sia-sia
Aku tak berdaya, Pada Pemilik Kuasa Cinta

@penulisilau

Minggu, 02 Oktober 2016

Hijrah? Kembali Ke Masa Lalu


Alhamdulillah, puji syukur kita hadiratkan kepada Allah SWT yang mana telah mengizinkan kita masih bernafas dan menambah amalan hingga tahun 1438 Hijriah ini. Shalawat beriring salam kita hadiahkan kepada Nabi kita, Muhammad SAW, yang akan menyampaikan syafaat-Nya di hari akhir kelak bagi umatnya yang begitu mencintainya. Tahun hijriah, perhitungan tanggal nya umat Islam. Yang diatur pertama kali oleh Umar ibn Khattab. Lalu, apa sebenarnya tahun hijriah itu? Apa makna nya? Apa yang harus kita lakukan dengan adanya perhitungan tahun ini? Jawabannya, Kembali Ke Masa Lalu!!!

Seperti judul dari tulisan ini, makna hijrah dalam makna mendasarnya adalah berpindah, berubah. Lha, kan berubah, bukan kembali, berarti salah dong jawabannya? Tidak. Lihatlah kembali penetapan sejarah hijrah itu. Pada mulanya, di zaman nabi memiliki perbedaan penanggalan di setiap daerahnya. Hal ini menyulitkan surat-menyurat pada zaman itu. Sebagai acuan seluruh dunia, ada penanggalan dari Romawi yang disebut Masehi, dengan mengikuti waktu musim dan revolusi bumi terhadap matahari. Namun, daerah kekuasaan Islam tidak menggunakan itu. Mereka menggunakan sistem kalender bulan namun dalam penyesuaian kalender matahari (Nasi') yang berasal dari suku Quraisy. Namun, Allah melarang hal itu dengan menurunkan At Taubah ayat 38-39 dan menggantikannya dengan sistem penentuan 4 bulan haram. Ayat inilah yang menjadikan acuan perhitungan penanggalan hijriah. Karena kebutuhan administrasi, akhirnya terbentuklah penanggalan hijriah. Namun, penanggalan ini masih mempunyai kekurangan yang belum bisa menyelesaikan permasalahan penanggalan administrasi. Hingga pada zaman Umar, dilakukan lah penentuan awal tahun hijriah. Dan dari berbagai pilihan, terpilih lah tanggal hijrah Nabi Muhammad ke Madinah menjadi penetapan 1 Muharram.

Lalu mengapa dipilih tanggal hijrah Nabi? Tanggal ini dipilih oleh dewan Umar pada saat itu karena memiliki pesan penting yang ingin disampaikan dengan memperingati tahun Hijriah. Nabi ketika sebelum hijrah, ia mengalami kesulitan mengembangkan dakwah Islam. Pada saat di Mekkah, nabi sering sekali di serang, dicaci maki. Bahkan bukan nabi saja, melainkan para umat Islam lainnya. Mereka disiksa, diambil hartanya bahkan, hingga dibunuh. Karena alasan kesulitan menyebarkan dakwah dan juga keamanan umat Islam, akhirnya nabi memilih Hijrah atas perintah Allah menuju Madinah. Perjalanan hijrah ini juga bukan mudah, umat Islam ketika itu pun mesti berangsur-angsur untuk melakukan hijrah agar tak dicurigai dan dicegat oleh kaum kafir. Karena pada masa itulah para kafir sedang gencarnya menghabisi umat Nabi dengan mengisolasi pergerakan mereka. Namun dengan izin Allah, umat Islam, Nabi beserta sahabatnya pun berhasil sampai Madinah dengan meninggalkan harta mereka di Mekkah. Alhamdulillah, masyarakat Madinah menerima mereka dengan baik. Mereka berbagi makan yang sama, tempat tinggal yang sama dan juga perlakuan yang sama. Hal ini terdengar hingga masyarakat kafir, mereka pun melakukan propaganda dan penghasutan agar mengusir umat Islam. Namun, hal ini digagalkan oleh masyarakat Madinah itu sendiri. Mereka tak merasa keberatan dan menolak semua hasutan itu karena melihat perilaku dan adab umat Islam yang begitu baik dan tak sesuai dengan hasutan tersebut. Dan sumber dari kebaikan ini semua ada pada Al Quran dan Sunnah Nabi. Karena hal itulah, masyarakat Madinah yang berbaur dengan umat Islam itu pun menjadi kesatuan umat Islam yang besar dan syariat Islam sukses besar di Madinah. Dan kejayaan di Madinah pun menyebar ke daerah lainnya.

Itulah kisah yang menginspirasi penetapan tanggal 1 Muharram tahun Hijriah. Lalu apa pesan dari kisah itu?

Kita sebagai umat Islam harus lah memiliki tekad persatuan dalam berbangsa seperti tujuan dari pembentukan Tahun Hijriah, menyatukan umat. Selain itu, momen tahun baru ini mari kita jadikan momen untuk benar-benar berhijrah dalam bentuk berjihad. Memperjuangkan apa yang kita pahami dan impikan, umat Islam yang bersatu. Bagaimana caranya? Kembali Ke Masa Lalu. Lihatlah Al Quran yang dituliskan 1400 tahun lalu itu. Tak ada lagi pedoman yang bisa kita cari di masa sekarang untuk berhidup selain Al Quran. Jadikan lah Al Quran dan Sunnah mem pengaruhi hidupmu. Jalani hidup dengan Al Quran dan Sunnah. Lalu kembali muncul pertanyaan, jika berpedoman dengan Al Quran dan Sunnah sudah cukup, kenapa masih saja ada kefanaan dalam diri? Itu karena kamu tak menjalani Al Qur'an dan Sunnah secara mutlak dan keseluruhan. Melihat kesamaan dalam pemahaman, bukan melihat perbedaan dalam pemahaman. Jika kita berhidup secara Qurani di seluruh aspek, In sya Allah kita merasa terus bersyukur dalam hidup.

Intinya, hijrah bukan sekedar lihat ke depan. Tapi jalan ke depan sambil berpedoman dengan masa lalu. Masa lalu itu adalah Al Quran dan Sunnah juga perjuangan dan kisah dari para Nabi. Hijrah berpedoman Al Quran dan Sunnah.