Kamis, 24 Maret 2016

Masih Mencari Langit

Sebuah puisi tentang seseorang yang berusaha menggapai masa depan...

Melayang tanpa batas...
Luapan emosi penuh was-was...
Melangkah tegas, jatuh ku bebas...
Adakah yang menangkapku...

Mencari ku terus mencari...
Masih adakah kau disana?
Apakah kita masih terhubung?
Dalam rambatan cahaya...

Ku terus berusaha menggapai mu...
Dari tunas hingga kini miliki dahan...
Namun apa kau miliki usaha tuk jumpa...
Langkah ku mulai lemah, pikir ku mulai lung lai...

Masih terus ku berlari...
Hingga tak sadar telah kulewati tebing...
Berlari di awang, hingga ku mengambang di awangnya...
Bagaikan kartun 60-an...

Jika ku terus, tak kutemui arah berpijak...
Jika ku berhenti, ku kan jatuh bebas...
Jika ku kembali, ku kan terjerembab...
Namun kini ku terlepas dan terjatuh beabas...

Ku hantam lautan bagaikan badai...
Namun sedikit pun ragaku tak tergores...
Nafas ku berjalan, rangka ku sempurna...
Telinga ku peka..., mataku masih awas...

Di lautan pun ku masih ber asa menjumpai langit...
Demi menemukan atapku...
Demi menemukan tempat berteduh ku...
Demi mendapatkan tempat  bagi keluargaku bernaung...

Segalanya kuupayakan tuk menyentuhnya...
Ku terbang tuk cepat dengan pesawat, ku kan jatuh...
Ku menyusuri jalan dengan sepeda,ku kan di hantam...
Ku berlayar di lautan dengan kapal,ku kan tenggelam...

Ku usahakan kutumbuhkan sayap...
Namun kongruen biji apel...
Jangan kan tuk melayang bebas...
Melangkah ringkas pun tak lepas...

Haruskah kini ku muntahkan kecewa...
Setelah penatnya berusaha dan berdoa...
Meluap air mata membanjiri pipi... 
Paras memerah laiknya jambu air matang...
Urat mengetat mengukir jelas...

Sampai ku tenang pada lembayung senja...
Dengan muramnya mendung...
Dengan emosinya guntur menyambar...
Dengan rasa lemah membeku musm salju...

Hanya demi menggapai langit?

Sekali lagi dengan rasa terdalam, kini ku bertanya?
Dimanakah kau langit?
Berikan aku siulan merdu mu padaku...
Masih adakah kau langit?
Tunjukkan bias indahmu padaku...

Pertemuan melalui asa masa kecil...
Terbawa rasa karena kisah pembesarku...
Tentang dirimu yang bak dewa...
Memberi berkah dan kemudahan tuk generasi mendatang...

Yang setia selalu menunggu dan menanti...
Tapi penatkini ku mencari...
Bagaikan jarum dalam jerami...
Batas asa ku hampir tiba...
Apa ini kebodohan ku?
Dengan mudahnya percaya akan legenda?

Legenda tuk menjadi para pemimpin langit?

0 komentar:

Posting Komentar