Bulan menggantung angkuh di atas sana. Bundarnya yang besar lagi sempurna, cukup menerangi malam ini. Aku disini masih bersama kertas juga pena. Menuliskan isyarat hati untuk adinda.
Apalah arti setitik tinta adinda, yang tertumpah merusak kesucian kertas putih. namun tahukah adinda, setitik tinta itu kian menyebar merangkai kata-kata pujianku padamu. Hanya itu, tanpa maksud lain. Kecil kemungkinan kau akan membaca, tulisanku, namun kuharap semoga alam menyampaikannya padamu.
Tahukah adinda, apa yang lebih indah dari seringai fajar? Itu adalah kamu. Adinda yang berdiri dengan segala pesona, yang membuat pemuda ini lunglai tak sanggup untuk tak terpikat.
Tahukah adinda, apa yang lebih sulit dibandin menatap merahnya senja dari balik kabut? Itu adalah menahan rindu padamu. Mengekang kerinduan pada adinda yang tinggal di seberang tatapan. Tanpa sekalipun menyampai balas kerinduan pada pemuda sarau nan dipenuhi nestapa. Siapa tahan berada di posisi layaknya aku. Menantimu yang kelihatan nyata, merindumu menjadikanku payah.
Tahukah adinda, apa yang lebih dinanti dari hadirnya siluet maghrib? Itu adalah menanti, lagi-lagi kepadamu. Menanti adinda untuk sadar, bahwa dirikulah pilihan terbaikmu. Akulah si pemuda yang kau nanti menjadi imam-mu adinda. Menanti kamu untuk berbalik melihat kepadaku. Seharusnya tiada bimbang bagimu untuk memilih, karena kamu selalu tahu jika aku menaruh hati padamu sejak dahulu.
Tahukah adinda, mungkin saja aku tak setangguh Abdurrahman bin Abu Bakar yang mampu mengekang cintanya pada istrinya. Mungkin saja ku tak segagah Ali bin Abi Thalib melamar Fatimah. Aku hanya bisa menyampaikan rasaku dalam tulisan ini. Aku begitu pengecut, tulisan-tulisan ku yang kuharapkan mampu menyampaikannya.
Demikianlah untaian pujiku padamu, kuucapkan salam kasihku pada adinda. Semoga rahmat dan berkah Allah selalu ada padamu. Bulan masih menggantung di kelam malam. Pada cahayanya yang kian, muram ku sangkutkan tulisanku ini. Lonceng angin tak mampu menahan diri tuk tidak berbunyi. Waktu telah memanggilku. Salam Untukmu.
0 komentar:
Posting Komentar