Jumat, 01 April 2016

Rasa Kembali

Hasil gambar untuk patah hati
Ku Bertahan

Kini kau kembali
Dengan senyum tawa khas mu
Pulang dari hantam sakit hati
Setelah melupa sejenak cahaya disini

    Lampau, ku selalu setia padamu
    Dalam pijar atau gelap mu
    Dalam genggam ku
    Atau dalam dekapan sang pemuja barumu

Takkan pernah ada fajar yang sama
Setiap waktu dan detail selalu berbeda
Begitulah rasa cinta,
Rasa saat kau pergi dan kembali
Takkan pernah serupa

    Setelah diselubungi cinta ku
    Dalam sejuknya mata air asmara
    Dengan mudahnya kau menghilang dari mata air ku
    Yang selalu menghidupkan dan menyejukkan mu
    Pada mata air lainnya yang tak sesejuk milik ku

Begitu banyak air mata yang tumpah
Begitu banyak tinta yang kugoreskan
Dalam ribuan lembar putih
Di temani tenangnya malam dengan sinar temaram

    Banyak filsuf ku cari
    Banyak falsafah ku rangkum
    Berpikir keras tuk temukan satu kata untuknya
    'Beda',itulah yang di cariku

Tak lebih baik, namun berbeda
Tujuan sederhana yang begitu aneh
Mengganti besi, dengan membeli kayu
Mengganti kasih sayng dengan keindahan rupa

    Kini senyum mu mengunci ku kembali
    Sama ketika cinta itu mucul pada mulanya
    Yang membelenggu diriku, hingga tersesak dada ku
    Kehabisan nafas, menahan kegirangan

Namun bayang masa lalu
Masih menutupi pandangan cerahnya masa depan
Ketika fajar kau sajikan, ku girang bukan main
Namun ketika malam itu kembali, ia menghapus semua angan ku
Menghapus pelangi indahnya kembali cinta

    Ketika bulan muncul, siapa lagi yang mengingat surya
    Mereka riang dengan bulan yang lebih penting
    Berfikir bulan menyinari bumi di gelapnya malam
    Tak seperti matahari, yag datang pada cerahnya siang
    Namun, mereka tak pernah sadar matahari selalu sibuk menyinari bulan
    Di malam hari, di balik layar kemilau malam

Begitulah keadaan kita
Ketika dia datang, ia bagaikan bulan yang selalu dielu-elukan
Sementara aku, hanya menjadi muntahan cinta mu
Padahal yang saya lakukan lebih darinya
Namun tak ada satupun yang mengindahkan ku

    Ku teronggok disini
    Sendiri dalam sedih dan sunyi
    Hingga kau hampiri aku kembali
    Menghamburkan tawa, menghancurkan pertahanan hati

Ratusan insan ku goda
Hingga mencinta pada saya
Namun bayang-bayang itu menyelubungi hati
Bayangan cintamu, Nady

    Datanglah kemari sebagai bidadari
    Bukan datang 'layaknya bidadari'
    Karena ku sudah lelah membangun benteng ini
    Ketika kau datang saja sudah kau robohkan benteng ini
    Apalagi jika kamu mendekat, Istana ku hancur berkeping-keping

Rasa kembalinya bidadari dari surgawi
@penulisilau



 


   

0 komentar:

Posting Komentar