Sabtu, 23 April 2016

Balada Sang Penyair

Ruang megah dipenuhi ribuan penikmatnya 
Sang Penyair
Meriuh bergema ke penjuru ruang
Sorak sorai mengiring penantian
Menanti tampilnya sang malaikat sastra

    Musik mengalun tenang, mendiamkan
    Menenangkan riuhnya puja dan sorakan
    Mengunci fokus pada satu insan
    Tokoh utama gelaran besar

Rangkaian kata sarat makna
Menyusun kalimat berbait bait
Penuh sajak dan rima yang apik
Korelasi indah musik dan syair

    Terkesima meninkmatinya
    Melihat,mendengar segala laku dan ucap nya di panggung
    Berdiri sendiri,gagah berani bak raja
    Memerintah rakyat dalam bijak dan kelembutan

Sungguh beruntung ia dilahirkan
Hidupnya berpamor,teladan jadi sorotan
Cerdas berakal memainkan kata
Merangkai kata jutaan makna melekat hati penikmat

    Dialah pujaan hati para insan sastra
    Dikelilingi pecinta dalam hidupnya
    Berbagai puisi dan syair telah dilahirkan
    Dinikmati hati dengan suka cita

Karyanya memang begitu melegenda
Menulis dengan rendah hati dan jujur
Menguak kan rasa, mewakili teriakan hati
Di sampaikannya dengan lantang gagah berani

    Dalam syair, pamor dan lantangnya pun
    Para pembencinya pun hidup menjamur
    Yang tak suka dikritik dan disindir
    Takut terbongkar borok diri

Gajah mati meninggalkan gading
Sang penyair mati, syairnya hidup abadi
Jadi inspirasi penyair lanjut generasi
Melahirkan kembali jutaan gandaan dirinya

    Kini gelora itu dalam kuasa dan hipnotisnya
    Beruntut ribuan kalimat bermakna telah di muntahkannya
    Mengakhiri, puisi kisah mati menuju ilahi melekat dalam benak
    Musik terakhir membawa jiwa menuju sastra Ilahi

-Balada sang penyair-
Untuk para penyair dan sastrawan yang hidup dan matinya untuk sastra....
@penulisilau

   

    

0 komentar:

Posting Komentar