Selasa, 29 Maret 2016

Love Puberty

Love Puberty
Why you come?

Apakah tujuanmu hanya menyiksa?
Membuat hati senang atau menyayat jiwa

Mengiris-iris hingga puas
Memberi pemanis di permukaan
Polesan minyak terlihat berkilauan
Agar menyelimuti luka hati

Love Puberty 
Datang mengejutkan ku
Pulang menyiapkan ku
Merubah jiwa kekanakan
Menjadi lagaknya dewasa

Menjadi seorang puitis
Yang prematur lagaknya romantis
Merasa master of love
Padahal rookie berasmara
Yang juga terbawa derasnya arus cinta
Terombang-ambing di lautan asmara

Love Puberty
Kau merubahku layaknya layang layang
Membuatku melayang bebas dalam batas benang gelas
Ditarik ulur senada irama udara
Namun semilir angin menjadi badai besar

Ku terputus dari untaian tipis
Yang membatasi gerakan dinamis
Ku melayang bebas tanpa arah
Terhantam badai menghancurkan rangka

Sang penggamit
Kini membebaskan layang
Menjadi remuk lalu membentuk baru
Menjadi wau yang lebih kuat
Yang tahan dengan hantaman badai

Bukan ku saja yang terlepas
Sang bunga mekar berserakan terbawa angin
Harumnya bebas,bertebar kelopak indah
Putih bersih melambang suci
Gradasi hijau muda menandakan bebas

Ku terus menunggu hitungan mantap
Tuk merangkum tebaran kelopak
Namun,malang nasibnya layaknya layang-layang
Telah di genggam oleh sang tuan

Ku hanya menanti genggamannya lekang
Menanti sadarnya si kelopak dalam buruknya genggaman
Menunggu hingga lelah sampai pada lembayung senja

Terima kasih love puberty
Atas segala siksaan penuh arogansi
Mengintimidasi, menempah mental baja para remaja
Merasakan cinta adegan ftv romansa

Derasnya pacuan hormon
Getaran hati bebas kontrol asa
Terlepas bebas,refleks rasa ciptaan Tuhan
Yang melepas gamitan layang-layang

Merubahku menjadi riil khalifa
Mukmin sejati andalan
Pemimpin bumi yang mati dalam cinta
Tawakkal hati,jati diri tercipta

Hormon Super Wave
Love Puberty
@penulisilau

   

0 komentar:

Posting Komentar